dear penguasa negeri yang dimuliakan Allah
di pelosok negeri,
ada seorang anak kecil kurus kering merintih kelaparan,
"ibu. . .
Aku lapar, sudah masakkah nasinya"
lalu sang ibu yang terpaksa berdusta berkata.
"ohh anakku, bersabarlah sEbentar lg masak".
Kata sang ibu dari dapur kayu beralaskan liat,
sambil berharap anak sulungya pulang lebih cepat.
Sekali lagi pejabat negri.
Apakah kau tahu apa yang dimasak ibundanya???
Lalu dibukanyalah tutup panci itu.
Astaghfirullah. . .
Ternyata itu adalah beberapa bongkahan batu.
Ibunda menitihkan air mata.
"maafkan ibu anakku, ibu tak tega berkata kepadamu bahwa ibu tidak punya beras untuk dimasak, sebentar lagi kakakmu pulang bawa segenggam beras, bersabarlah nak"
mungkin anda bertanya dimana ayahnya ???
Sang ayah tumpuan hidup , telah pergi menghadap allah, di keroyok warga karena mencuri sekarung padi, dan ubi.
Inalillahi..
Lalu Betapa gembira hati sang ibu,
ketika melihat anak sulungnya datang,
menenteng seplastik kecil beras,
sekali lagi . . .
Apakah kau tahu dari mana sang kakak mendapatkan beras itu.
Astaghfirullah..
Ternyata beras itu dipungutnya dari sisa-sisa penjual beras dipasar.
Dengan menggunakan sebuah sapu ,
dia mengais-ngais butiran beras.
Sambil berharap lebih banyak lagi beras yang berjatuhan di pasar.
*Saranku untuk pejabat-pejabat negri yang dimuliakan allah, pergunakanlah mata,telinga dan hatimu untuk membela rakyatmu.
Lihat, dengar, dan rasakan , penderitaan rakyatmu yang tidak mampu membeli sebutir beras.
Lalu pergunakanlah kekuasaanmu untuk memberikan
ada seorang anak kecil kurus kering merintih kelaparan,
"ibu. . .
Aku lapar, sudah masakkah nasinya"
lalu sang ibu yang terpaksa berdusta berkata.
"ohh anakku, bersabarlah sEbentar lg masak".
Kata sang ibu dari dapur kayu beralaskan liat,
sambil berharap anak sulungya pulang lebih cepat.
Sekali lagi pejabat negri.
Apakah kau tahu apa yang dimasak ibundanya???
Lalu dibukanyalah tutup panci itu.
Astaghfirullah. . .
Ternyata itu adalah beberapa bongkahan batu.
Ibunda menitihkan air mata.
"maafkan ibu anakku, ibu tak tega berkata kepadamu bahwa ibu tidak punya beras untuk dimasak, sebentar lagi kakakmu pulang bawa segenggam beras, bersabarlah nak"
mungkin anda bertanya dimana ayahnya ???
Sang ayah tumpuan hidup , telah pergi menghadap allah, di keroyok warga karena mencuri sekarung padi, dan ubi.
Inalillahi..
Lalu Betapa gembira hati sang ibu,
ketika melihat anak sulungnya datang,
menenteng seplastik kecil beras,
sekali lagi . . .
Apakah kau tahu dari mana sang kakak mendapatkan beras itu.
Astaghfirullah..
Ternyata beras itu dipungutnya dari sisa-sisa penjual beras dipasar.
Dengan menggunakan sebuah sapu ,
dia mengais-ngais butiran beras.
Sambil berharap lebih banyak lagi beras yang berjatuhan di pasar.
*Saranku untuk pejabat-pejabat negri yang dimuliakan allah, pergunakanlah mata,telinga dan hatimu untuk membela rakyatmu.
Lihat, dengar, dan rasakan , penderitaan rakyatmu yang tidak mampu membeli sebutir beras.
Lalu pergunakanlah kekuasaanmu untuk memberikan






0 komentar:
Posting Komentar