makjelasapihagani

Kamis, 13 November 2014

media impact

berawal dari dialog saya (x) dengan ponakan saya umur 7 tahun (y)...
y: bici, sekarang ada lagu baru, bagus-bagus loh ci?
x: lagu apa sih dil?
y: itu loh yang "sakitnya tuh disini" terus sama lagu cjr yang cinta...
x: yg mana itu sih nak lagunya?
y: ishhhh bici ini, aku aja sering denger ko' setiap hari...

sedih kadang, zaman sekarang usia anak-anak udah seneng bener denger lagu, nonton film yg berbau "cinta-cintaan" lyknya org dewasa. kalau sudah begini siapa yang disalahkan? gimana mereka gk suka, setiap hari hanya hal-hal seperti itu yang mereka tonton "berulang-ulang" (dalam menonton itu terjadi kegiatan, mendengar, melihat, dan bisa jadi meniru),terkadang dalam film kartun, film anak-anak, penyanyi anak-anak tetap dibumbui dengan kata-kata cinta/lope-lopelah, bullying, mata-mata melotot-melotot, pakaian yang tidak sesuai. Gak ada pilihan lagi looooh father mother. kebanyakan hal-hal itu ad di TE PE. Klo kita gk menyaring sendiri, nunggu orang tepe yang nyaring mah lama binggo, secara baratnisasi, koreanisasi sdh menjadi virus. Jadi ya wajar, kalau anak-anak sudah menjadi dewasa lebih awal???

 

0 komentar:

Posting Komentar