makjelasapihagani

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 13 November 2014

media impact

berawal dari dialog saya (x) dengan ponakan saya umur 7 tahun (y)...
y: bici, sekarang ada lagu baru, bagus-bagus loh ci?
x: lagu apa sih dil?
y: itu loh yang "sakitnya tuh disini" terus sama lagu cjr yang cinta...
x: yg mana itu sih nak lagunya?
y: ishhhh bici ini, aku aja sering denger ko' setiap hari...

sedih kadang, zaman sekarang usia anak-anak udah seneng bener denger lagu, nonton film yg berbau "cinta-cintaan" lyknya org dewasa. kalau sudah begini siapa yang disalahkan? gimana mereka gk suka, setiap hari hanya hal-hal seperti itu yang mereka tonton "berulang-ulang" (dalam menonton itu terjadi kegiatan, mendengar, melihat, dan bisa jadi meniru),terkadang dalam film kartun, film anak-anak, penyanyi anak-anak tetap dibumbui dengan kata-kata cinta/lope-lopelah, bullying, mata-mata melotot-melotot, pakaian yang tidak sesuai. Gak ada pilihan lagi looooh father mother. kebanyakan hal-hal itu ad di TE PE. Klo kita gk menyaring sendiri, nunggu orang tepe yang nyaring mah lama binggo, secara baratnisasi, koreanisasi sdh menjadi virus. Jadi ya wajar, kalau anak-anak sudah menjadi dewasa lebih awal???