makjelasapihagani

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 19 Februari 2019

Kajian ke-2: Proses Keimanan (Sharing By : Bu Eva)

Selasa, 13 Jumadil Akhir 1440 H ( 18 Februari 2019)
Perum Batan Indah Serpong Kota Tangerang Selatan


Tingkatan berpikir manusia ada 3

Berpikir tingkat 1:
   Dapat menyebutkan pengertian dari suatu kata 

Berpikir tingkat 2:
   Dapat menyebutkan, dan menjelaskan lebih dalam suatu kata.

Berpikir tingkat 3:
   Berpikir cemerlang (Al-fikru Al-Mustanir), bahwa semua akan kembali kepada Allah.

Tujuan penciptaan manusia (Az-Zariyat: 56) Tidak diciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada Allah. Dan kita dapat menemukan dari tujuan itu dari menjawab tiga pertanyaan mendasar (uhdatul qubro
1. dari mana kita berasal? (Al-Mu'Minun: 12-14)
2. mau apa kita didunia ini? ( Al-Baqoroh: 156)
3. mau kemana kita nanti? (Al-Baqoroh:28)

Ada tiga ideologi
1. sosialis (Contohnya negara China)
2. kapitalis (Contohnya Negara-Negara Barat)
3. islami

permasalahan yang timbul dalam rangka memenuhi kebutuhan
1. Fisik (harus bekerja)
2. Naluri (batiniah)

Mengetahui keberadaan Allah adalah dari melihat bukti-bukti ciptaannya (Al-Anbiya 21-22), Semua sudah Allah ciptakan dengan sangat teratur, detail dan teliti. Semua tertuang dalam firman Allah yang terkandung dalam Al-Quran yang satu orang pun tidak ada yang dapat menyamai firman-Nya (Al-Baqoroh: 23)


Kesimpulan saya:
Seseorang Manusia beriman adalah yang mempercayai Allah, Malaikat Allah, Kitab Allah, Rosul-rosul Allah, Hari Pembalasan, dan Qada dan Qadar yang sudah ditetapkan Allah. Dalam proses memahami tersebut yang saya ambil dari sharing pertemuan kedua ini adalah
Manusia Allah ciptakan tidak lain adalah hanya untuk beribadah kepada Allah, Oleh karena itu semua yang dilakukan dari bangun dan sampai tidur lagi harus bernilai ibadah,














Senin, 18 Februari 2019

Kajian ke-1 : Manusia dalam Ajaran Islam (Sharing By : Bu Eva)

Jumat, 10 Jumadil Akhir 1440 H ( 15 Februari 2019)
At. Perum Batan Indah Serpong Kota Tangerang Selatan

Manusia makhluk yang Allah SWT ciptakan sebagai khalifah di Bumi, berbeda dengan makhluk lainnya dimana manusia mempunyai:

1. Fisik
    Makhluk hidup di Bumi Allah titipkan fisik yang selalu tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu, fisik ini Allah berikan kepada manusia, hewan, amoeba ataupun makhluk hidup lainnya.

2. Naluri 
    Naluri atau insting adalah suatu pola perilaku dan reaksi terhadap suatu rangsangan tertentu yang tidak dipelajari tetapi telah ada sejak kelahiran suatu makhluk hidup dan diperoleh secara turun-temurun (filogenetik). (
 Naluri yang ada pada makhluk hidup yaitu:
    a. Naluri untuk bertahan hidup.
    b. Naluri untuk berkasih sayang.
    c. Naluri untuk menghambakan diri pada sesuatu.

3. Akal
    Akal adalah suatu peralatan rohaniah manusia yang berfungsi untuk membedakan yang salah dan yang benar serta menganalisis sesuatu yang kemampuannya sangat tergantung luas pengalaman dan tingkat pendidikan, formal maupun informal, dari manusia pemiliknya.

Akal Adalah pemberian Allah SWT yang berbeda dari makhluk hidup yang lainnya. Komponen akal antara lain:
    a. Fakta
    b. Informasi Awal
    c. Indera







Senin, 11 Februari 2019

Cara Membuat Cuka (Cuko) Palembang yang Kental

Bahan-bahan yang disiapkan:


1. Air kurleb 4 gelas kurleb 1 Liter
2. Gula Aren yang hitam dan harum wangi 1/2 Kg
3. Asam jawa (1/4 Bungkus) secukupnya
4. Gula Putih 1 sendok teh
5. Bawang Putih 10 Siung
6. Cabe Rawit Setan (wow Seram) 1/4 kg
7. Udang Kering (ebi) 2 ons
8. garam secukupnya

Cara Membuat:

1. Siapkan Panci, tuangkan air, masukan gula aren lalu rebus sampai gula melarut sambil sering diaduk.
2. setelah gula melarut dan air setengah mendidih, masukan asam sedikit-sedikit sambil dicicipi apakah sudah pas kadar asamnya .
3. Masukkan gula putih ( pemberian gula putih bertujuan agar air sedikit mengental lalu sering diaduk sampai mendidih dan air sedikit mengental).
4. Setelah mendidih dan sedikit mengental matikan dulu apinya.
5. Giling bumbu ( Bawang putih, cabe rawit, udang kering dan garam) sampai halus. *kalau saya tidak menggunakan blender karena karena kurang mantul rasanya kalau kata akak saya *-*
6. Masukkan bumbu ke dalam larutan air cuka masak kembali sampai air mendidih lagi.
7. Icip-icip rasa cukanya jika kurang-kurang sesuatu misalnya garam bisa ditambahkan, atau jika kurang perhatian maka bisa diberikan sampai mendidih *-*
8. biarkan dingin kemudian bisa disaring agar supaya biar ampas-ampas dari bumbunya enyah dari peredaran.

Done... time to Cocol-Cocol with apapun selera kitah. 

DOKUMENTASI ( untuk SPJ-an) ^-^ :


1. Bahan-bahan yang disiapkan:


2. Bumbu yang digiling (Pake kekuatan Galgadot)

3. Cuko yang sudah matang siap didinginkan untuk disaring

4. Cuko dan Temannya Cireng (pempek dos)
 bisa klik di http://diary-atu.blogspot.com/2019/02/tabik-pun.html


5. Orang yang makan fotonya lagi dipinjam untuk pameran di Negeri Khayal

Minggu, 03 Februari 2019

Cara Membuat Cireng (Pempek Dos) hommy

Tabik pun... buat yang tidak bisa konsumsi tepung terigu (terutama penderita ginjal) tapi mau buat makanan yang cocok "dicocol" cuko

Cireng (pempek dos) hommy:

Bahan:

Adonan biang :
1. Tepung sagu 1/4 kg
2. Bawang putih 6 siung
3. Lada secukupnya
4. Garam secukupnya
5. Air 3 gelas kecil.

Campuran:
1. Tepung sagu kering ( 3/4 kg ) klo males ngitung sisa dari tepung adonan biang yg keseluruhan kurleb 1 kg.
2. Irisan daun bawang

Cara membuat:

Adonan biang:
1. Haluskan bumbu (bawang putih, lada garam).
2. Larutkan 2 gelas air dengan tepung sagu, bumbu sampai rata.
3. Masak dan aduk-aduk cepat adonan sampai setengah mengental kemudian tambahkan lagi satu gelas air.
4. Aduk-aduk cepat sampai mengental.
5. Masak dengan api yang sangat kecil.

Adonan campuran:
1. Tuangkan adonan biang ke wadah tunggu sampai panas sedikit berkurang.
2. Setelah itu, tambahkan irisan daun bawang.
3. Tambahkan tepung sagu kering sedikit demi sedikit aduk rata sampai adonan kalis (tidak menempel dan bisa dibentuk).
4. Sisakan tepung sagu kering di wadah lain untuk membaluri tangan agar tidak lengket.
5. Bentuk adonan bulat atau sesuai selera. Tapi tidak bisa kalau mau dibentuk jadi karakter kartu yaa.. 😊
6. Susun adonan di wadah yang sudah di baluri tepung sagu kering.
7. Adonan siap digoreng

Cara menggoreng:
1. Gunakan minyak agak banyak sampai adonan tenggelam.
2. Gunakan api yang sangat kecil.
3. Sering di bolak balik.
4. Tutup wajan atau (siapkan tameng captain Amerika) 😎 karena pasti ada ledakan-ledakan yang menandakan adonan matang didalamnya.
5. Setelah matang (terlihat mengembung dan bledos (meledak) karena itu kami di Lampung menyebutnya pempek  dos. 😇
6. Serve it... with ... cuko.

NB: posting resep cuko nya bisa cek di :http://diary-atu.blogspot.com/2019/02/cara-membuat-cuka-cuko-palembang-yang.html

Ini penampakannya dari adonan, penggorengan, dan yang terakhir jadi-jadian (langsung habis pemirsaa laris dagangan) saking laris yg genahnya gk ke foto...  Alhamdulillah 😇😊